Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sampah’

nursalam

nursalam

Rumah mungil itu hanya terdiri dari susunan bata tanpa dilapis semen dan cat, hingga kontras dengan bangunan lain yang ada di sekelilingnya. Di dalam ruangan yang sederhana, nampak rak dengan susunan hasil daur ulang yang menumpuk. Saat saya bertandang, si pemilik, Nursalam (45), sedang melipat surat undangan yang dibuat dari kertas daur ulang yang dicampur dengan pelepah batang pisang yang dihancurkan.

Lipatan surat undangan unik terhampar di meja. Sambil berbincang, saya berkesempatan mengamati serat-serat halus dalam kertas undangan itu. Warna cokelat yang didapat dari pelepah pisang memberikan nuansa alami yang menyejukkan, amat berbeda dengan kertas undangan lainnya, meski tidak kehilangan kesan elegan.

Selain kartu undangan, Nursalam juga memproduksi goodie-bag, kotak pinsil, beraneka kotak ragam ukuran sesuai pesanan, bingkai (frame) foto, dan lainnya. Semuanya dibuat dari sampah yang didaur ulang. Karenanya, Nursalam memasang plang ‘Kedai Daur Ulang’ yang di rumahnya.

“Disebut kedai karena orang bisa datang kesini untuk membicarakan masalah sampah. Kalau biasanya kedai nasi orang datang mencari nasi, sekarang orang datang untuk membicarakan masalah sampah,” kata bapak dua anak ini. Menurut Nursalam, kedainya bukan sekedar berjualan produk, tetapi juga sekaligus meng-edukasi masyarakat sekitar untuk mendaur-ulang sampah. (lebih…)

Read Full Post »

Jilbab putihnya yang melewati pinggul melambai diterpa angin siang Pamulang, ia mengenakan gamis hijau daun dan menyandang tas selempang. Langkahnya mantap. Sesekali dua bola matanya yang bulat mengitari jalanan, berharap ada sampah yang bisa ia ais untuk dikumpulkan.

Sekilas, tak ada seorang pun yang akan menyangka jika gadis mungil bernama lengkap Ming Ming Sari Nuryanti dengan gamis dan jilbab panjangnya ini adalah seorang pemulung. Pakaiannya bersih, aura terpelajar terpancar dari tubuhnya, senyumnya manis dan ia sangat ramah. (lebih…)

Read Full Post »