Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘profil’ Category

Awalnya Yuli (39) hanya ingin memberikan mainan yang bernilai edukasi pada Irlyana Prameswari Ramadhina, buah hatinya yang kala itu berusia 4 bulan. Melihat si kecil sudah aktif merangkak, Yuli lalu berpikir untuk dapat memberikan mainan tetapi yang memiliki nilai edukasi. Kebetulan ia menghadiri sebuah pameran yang cukup unik yang memamerkan mainan-mainan untuk anak-anak.

Suatu hari ia melihat pameran dan produk-produk. Melihat mainan yang ditawarkan ia lantas tertarik untuk berhubungan langsung dengan produsen yang memproduksi barang-barang itu. (lebih…)

Read Full Post »

nursalam

nursalam

Rumah mungil itu hanya terdiri dari susunan bata tanpa dilapis semen dan cat, hingga kontras dengan bangunan lain yang ada di sekelilingnya. Di dalam ruangan yang sederhana, nampak rak dengan susunan hasil daur ulang yang menumpuk. Saat saya bertandang, si pemilik, Nursalam (45), sedang melipat surat undangan yang dibuat dari kertas daur ulang yang dicampur dengan pelepah batang pisang yang dihancurkan.

Lipatan surat undangan unik terhampar di meja. Sambil berbincang, saya berkesempatan mengamati serat-serat halus dalam kertas undangan itu. Warna cokelat yang didapat dari pelepah pisang memberikan nuansa alami yang menyejukkan, amat berbeda dengan kertas undangan lainnya, meski tidak kehilangan kesan elegan.

Selain kartu undangan, Nursalam juga memproduksi goodie-bag, kotak pinsil, beraneka kotak ragam ukuran sesuai pesanan, bingkai (frame) foto, dan lainnya. Semuanya dibuat dari sampah yang didaur ulang. Karenanya, Nursalam memasang plang ‘Kedai Daur Ulang’ yang di rumahnya.

“Disebut kedai karena orang bisa datang kesini untuk membicarakan masalah sampah. Kalau biasanya kedai nasi orang datang mencari nasi, sekarang orang datang untuk membicarakan masalah sampah,” kata bapak dua anak ini. Menurut Nursalam, kedainya bukan sekedar berjualan produk, tetapi juga sekaligus meng-edukasi masyarakat sekitar untuk mendaur-ulang sampah. (lebih…)

Read Full Post »

Penggemar sushi dan sashimi (olahan ikan mentah ala Jepang, red) ini tertawa saat ditanya apa kegemarannya selain matematika. “Komputer!” ujarnya. Coba dengar apa alasannya suka komputer : “Abis komputer enak, bisa dimakan, asal ngga dikecapin,” Lho, Ano ngga doyan kecap? “Bukan tapi nanti kalo dikecapin komputernya rusak,” katanya, lalu tertawa berderai.

Itulah Stefano Chiesa Suryanto. Jawara matematika yang langganan menggondol emas di ajang olimpiade taraf internasional. Di luar hobinya akan matematika, bocah 12 tahun yang disebut-sebut sebagai ‘The Golden Boy’ ini tetaplah anak biasa yang lucu, menggemaskan, dan hobi bercanda. (lebih…)

Read Full Post »

Di salah satu siang di kota Lembang. Wien Muldian (36) dan teman-temannya dari Forum Indonesia Membaca (FIM) berniat mengadakan acara anak di perpustakaan komunitas di sana. Dan sebuah kebetulan, saat Wien bertandang ke rumah seorang warga, ada seorang Ibu lainnya yang pada saat yang sama sedang berada di tempat yang sama. Segera Wien pun menyapa dan mengajak si Ibu untuk berpartisipasi dalam acara anak yang akan mereka selenggarakan.

“Oh, kalau ikut harga bukunya berapa?” hanya itu sepotong tanya polos dari seorang Ibu di Kota Lembang yang kemudian membekas lama di benak Wien. (lebih…)

Read Full Post »

Bagi musisi baru, menerbitkan karya dengan berusaha menembus label atau recording company, seringkali menjadi hal yang muskil. Wajar saja, label biasanya ingin artis yang ada di bawah bendera perusahaannya dapat menghasilkan laba sebanyak mungkin.

Namun, bagi Zeke, vokalis dari band Zeke and The Popo (ZATP), tidak ada yang sulit asal mau berusaha dan kreatif. Dibantu teman-temannya, Zeke pun mendirikan label baru untuk menaungi ZATP. (lebih…)

Read Full Post »

Pernahkah Anda lewat atau bahkan mencicipi Pisang Pasir? Jika pernah, berarti Anda telah ‘berkenalan’ dengan ramuan bumbu si tangan dingin, Wildan (38).

Diakui pria kelahiran tahun 1970 ini jika usaha yang kini telah membuahkan enam cabang itu adalah hasil coba-coba-nya setelah mencicipi Pisang Goreng Pontianak yang booming pada tahun 2005-an. Ia termasuk salah satu pembeli yang ikut mengantri untuk mendapatkan sepotong pisang goreng.

(lebih…)

Read Full Post »

Mendengar nama kepiting, yang akan terlintas di benak saya adalah seekor binatang air yang memiliki capit tajam dan ‘seram’. Tak pernah terlintas sedikitpun bagi saya untuk menggemari olahan dari hewan yang belum lama ini dihalalkan MUI ini.

Namun, malam ini, di hadapan saya tersaji seekor kepiting di atas sebuah piring. Mas Ai, panggilan akrab untuk Arif Fadillah (33), pemilik kedai kepiting ini meminta saya menyicip makanan yang dibuatnya. Dan, ya, saat saya colek, kepiting saos asam manis ini memang boleh juga! selain bumbu yang asam-manisnya yang mengena, daging kepiting yang berhasil saya korek dari ‘rumah’nya pun sangat gurih! (lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »