<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tentangOrangOrang</title>
	<atom:link href="http://itsmeitet.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://itsmeitet.wordpress.com</link>
	<description>tentangOrang-Orang,tentangApaSaja,semoga bermanfaat :)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 13:21:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='itsmeitet.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tentangOrangOrang</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://itsmeitet.wordpress.com/osd.xml" title="tentangOrangOrang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://itsmeitet.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Toto Sugito: Bersaudara Lewat Sepeda</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/06/22/toto-sugito-bersaudara-lewat-sepeda/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/06/22/toto-sugito-bersaudara-lewat-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 07:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[B2W]]></category>
		<category><![CDATA[bike to work]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[toto sugito]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta sedang dibalut gerimis pada sore hari sekira pukul lima, dari kantornya di kawasan Tebet, Toto Sugito melipat sepeda yang biasa ia gunakan sebagai sarana transportasi dari rumah ke kantor, ia mengemasnya dan memberhentikan taksi, tujuannya adalah studio Metro TV di kawasan Kedoya. Jalanan padat khas jam pulang kerja  membuat taksi yang ditumpangi ayah tiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=228&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_229" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-229" title="pa toto" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/06/pa-toto.jpg?w=500" alt="toto sugito"   /><p class="wp-caption-text">toto sugito (foto by heru)</p></div>
<p>Jakarta sedang dibalut gerimis pada sore hari sekira pukul lima, dari kantornya di kawasan Tebet, Toto Sugito melipat sepeda yang biasa ia gunakan sebagai sarana transportasi dari rumah ke kantor, ia mengemasnya dan memberhentikan taksi, tujuannya adalah studio Metro TV di kawasan Kedoya. Jalanan padat khas jam pulang kerja  membuat taksi yang ditumpangi ayah tiga anak ini harus berhenti total di Gatot Subroto,  30 menit berlalu dan Toto masih berdiam di kawasan Gatot Subroto.</p>
<p>“Akhirnya saya keluar dari taksi, buka sepeda dan melanjutkan perjalanan ke Kedoya dengan sepeda. Jam tujuh nyampe tuh di Kedoya,” kisah pria yang menjabat sebagai ketua komunitas Bike To Work (B2W).<span id="more-228"></span></p>
<p>Itu hanya sekelumit cerita Toto di jalanan Jakarta dengan kemacetannya yang nyaris melegenda. Warga Jakarta, terutama mereka yang terbiasa dengan rutinitas 9 to 5 tentu paham benar kesemrawutan jalanan ibukota yang kerap memaksa untuk tua di jalan. Tak ingin menjadi salah satu yang pasrah dengan kemacetan jalan, Toto yang seorang pecinta olahraga mountain bike ini lalu berpikir untuk bersepeda ke tempat kerja.</p>
<p>Gagasan ini tentu saja dipandang gila. Pun istrinya, Drg. Febriana Setiawati , menentang niatan sang suami. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter gigi dan mengambil S2 Public Health yang banyak mendalami masalah polusi udara ini paham betul ancaman polusi Jakarta bagi kesehatan suaminya. “Istri saya baru membolehkan asal memakai masker. Itu pun bukan sembarang masker. Saya searching di internet dan membeli secara online,” kata Toto.</p>
<p>Aktivitas pria 45 tahun ini mulai menarik perhatian teman-temannya hingga tercetuslah gagasan membentuk komunitas Bike To Work (B2W) pada 2004. Berdasarkan statistik angka, data anggota B2W dari tahun ke tahun semakin mengalami pertambahan. Pada 2004, tercatat 150 orang anggota, dan saat ini keanggotaan B2W mencapai lebih dari 11.000 se-Indonesia. Angka ini tentu membuat Toto optimis, meski B2W tumbuh nyaris tanpa dukungan dari pemerintah, jalur sepeda dijanjikan akan dibuat jika pengguna sepeda mencapai satu juta di Jakarta. Namun Toto sendiri menganggap semuanya bukan lagi target yang harus dikejar. Ia hanya ingin mengajak sebanyak mungkin orang bersepeda tanpa berpatok pada angka. “Karena bersepeda itu hemat, sehat, bermanfaat. Bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan, dan bangsa,” tegasnya.</p>
<p>Memang bukan perkara mudah seperti membalik telapak tangan untuk mengajak orang beramai-ramai ber sepeda, terutama menembus kesemrawutan Jakarta. Ayah dari Muhamad Yoga Anindito, Amelia Nur Adilla, Andrina Putri Syarifa ini memiliki trik yaitu dengan melibatkan public figure. Jubir presiden Andi Mallarangeng termasuk dalam pejabat yang tertular virus bersepeda Toto selain sederet nama besar lain seperti Fahmi Idris, Rahmat Witoelar, Fauzi Bowo, bahkan Presiden SBY yang pernah turut serta dalam aktifitas bersepeda sebanyak 3 kali.</p>
<p>Keterlibatan pejabat Negara tentu memberikan support moril bagi Toto dan kawan-kawan di B2W bahwa aktifitas mereka bukan sembarangan dan murahan. Kesan itu yang ingin ditunjukan Toto bahwa bersepeda bukan berarti miskin atau masyarakat kelas bawah. Tak dapat disangkal jika kemudian komunitas B2W pun dipandang sebagai komunitas yang eksklusif dan mahal.</p>
<p>“Wajar saja orang beranggapan seperti itu. Kita juga tidak dapat mencegah opini-opini yang kemudian muncul. Namun, jika boleh saya luruskan B2W sama sekali bukan komunitas yang eksklusif, saya katakan pada teman-teman di B2W bahwa kita tidak boleh menjadi eksklusif karena sesuatu yang eksklusif itu tidak akan langgeng,” urai Toto.</p>
<p>Meski  kesan yang ingin ia ciptakan bersepeda itu bukan masyarakat kelas bawah, namun, pria yang menggemari sea food ini menegaskan bersepeda tidaklah mahal. Harga sepeda yang sangat layak untuk dikayuh jarak jauh sangat terjangkau yaitu 1.500.000-1.900.000. Bersama sebuah perusahaan sepeda terkemuka, B2W mendesain sepeda yang terjangkau dan layak kayuh jarak jauh. Bahkan mulai Maret 2009, sepeda tersebut dapat dibeli cicil dengan bunga 0%.</p>
<p>Keeksklusifan itu tidak ada bagi Toto dalam B2W. Menurutnya, ia malah merasakan kenikmatan di komunitas B2W dengan adanya kekeluargaan yang sedemikian kental. Apabila mereka berpapasan atau bertemu di jalanan walaupun tidak saling kenal mereka akan saling menyapa, bukan hanya saling menyapa antar teman dalam komunitas tetapi siapa saja yang bersepeda di jalan akan dianggap saudara.</p>
<p>“Kita semua merasakan nikmat yang sama, misalnya saya ingin berkunjung ke kota lain yang disana ada B2W, kita belum pernah ketemu tapi begitu ketemu kaya udah kenal lama, itu aneh, kaya ada chemistry. Itu nikmatnya,” tandas kelahiran 7 Desember 1963. (tr)</p>
<p>(wawancara sekitar awal Maret 2009)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=228&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/06/22/toto-sugito-bersaudara-lewat-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/06/pa-toto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pa toto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Martin Sunu: Pepes Brilian yang jadi Andalan</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/19/martin-sunu-pepes-brilian-yang-jadi-andalan/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/19/martin-sunu-pepes-brilian-yang-jadi-andalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 08:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[antik]]></category>
		<category><![CDATA[bebek]]></category>
		<category><![CDATA[ginyo]]></category>
		<category><![CDATA[keren]]></category>
		<category><![CDATA[kuno]]></category>
		<category><![CDATA[martin]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[sunu]]></category>
		<category><![CDATA[tebet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[*wawancara dilakukan sudah sgt lama, mungkin sekitar Mei 2008, tidak ada penyesuaian tulisan atau revisi apa-apa dgn kondisi terbaru, cm pgn menyelamatkan naskah ke blog, * Saat Anda menyantap makanan di restoran, pernahkah terpikir bagaimana jika makanan itu tidak habis? Apa yang dilakukan si pemilik? Membuangnya, memakannya hingga habis, membaginya pada para karyawan? Martin Sunu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=222&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>*wawancara dilakukan sudah sgt lama, mungkin sekitar Mei 2008, tidak ada penyesuaian tulisan atau revisi apa-apa dgn kondisi terbaru, cm pgn menyelamatkan naskah ke blog, <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  *</em></p>
<p>Saat Anda menyantap makanan di restoran, pernahkah terpikir bagaimana jika makanan itu tidak habis? Apa yang dilakukan si pemilik? Membuangnya, memakannya hingga habis, membaginya pada para karyawan?</p>
<p>Martin Sunu (29), pemilik serta pengelola Bebek Ginyo, punya cara brilian mengatasinya. “Bebek itu diancurin untuk dibuat pepes,” katanya sambil tertawa. Melihat kerut di kening saya, Martin tergesa meralat. “Tapi jangan langsung berasumsi bebek kemarin itu basi atau udah ngga enak yah, bebeknya masih sangat layak untuk dikonsumsi,” tambah lajang kelahiran 8 Maret 1979 ini.</p>
<p>Awalnya, Martin memang hanya memanfaatkan bebek yang tidak terolah. Namun, siapa nyana, jika menu yang digemari keluarganya ini, saat coba-coba dijadikan salah satu menu dalam list bebek ginyo ini, malah disambut baik pelanggan.</p>
<p>“Memang awalnya cuma memanfaatkan bebek yang tersisa atau bebek yang hancur, tapi sekarang, banyaknya pelanggan yang datang kesini justru nyari pepes,” kata Martin. Demi kebutuhan itulah, justru sekarang, Martin banyak “menghancur-hancurkan” bebek. “Ya karena banyak yang nyari, jadi sekarang sengaja diancurin,” tandasnya.<span id="more-222"></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-223" title="martin-lagi" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/03/martin-lagi.jpg?w=500" alt="martin-lagi"   /></p>
<p>Barangkali, itu adalah kebetulan yang kedua Martin. Sebelumnya, sulung dari tiga bersaudara ini membuka usaha bebek dengan niatan untuk resto keluarga yang juga lebih cocok untuk para orangtua. Namun, siapa sangka, jika detil-detil unik dan etnik bertema jadoel (jaman dulu, red) yang di pajang Martin sebagai hiasan interior resto Bebek Ginyo-nya, juga disukai anak-anak muda terutamaa ABG!</p>
<p>Sebelumnya, Martin sudah berkiprah di dunia usaha sejak tahun 2003 dengan membuka distro Bloop. Sukses dengan Bloop, bertiga adiknya, ia membuka distro baru dengan nama Endorse. Guna menampung kebutuhan makan dan nongkrong para anak muda yang datang ke distronya, Martin membuka kedai burger yang dinamai Dejons pada tahun 2006. pada saat itu anak muda Jakarta sedang gandrung burger.</p>
<p>“Burger yang lagi laku itu Blenger Burger di Lamandau,” tutur Martin yang mengaku kenal dengan pemilik Blenger Burger tersebut. Tak dipungkiri, jika ia terinspirasi oleh Blenger Burger. “Sempet mau beli frenchise-nya tapi ngga boleh. Ya udah, kita bikin aja dengan nama baru,” imbuhnya. Pada saat itu perkembangan dua distronya menunjukkan grafik naik.</p>
<p>Martin pun membuka kedai burger yang dinamai Dejons, diambil dari nama ayahnya, Antonius Kardjono, yang sering dipanggil dengan sebutan Pak De Jon. Boleh dikata, Dewi Fortuna selalu berpihak pada pemuda kelahiran Jakarta ini. Dejons kemudian banyak direkomendasikan sebagai tempat nongkrong yang nyaman oleh para pecinta kuliner.</p>
<p>Meski demikian, Martin merasa ‘tidak adil’, tiga usaha yang dirintisnya selalu berpihak pada anak-muda, hingga dikepalanya terkonsep untuk membuat usaha yang juga dapat dijadikan tempat nongkrong orang-tua.</p>
<p>Usaha bebek didapatnya secara tidak sengaja. Pada saat itu, ia sekeluarga, yang merupakan pecinta makanan menyantap bebek di sebuah resto di Surabaya. “Nah, trus kita mikir aja kayaknya di Jakarta belum pernah ada nih tempat makan bebek yang juga enak buat nongkrong, mulai dari sana kita ulik tempat-tempat makan bebek di Jakarta, terus mulai racik-racik sampe nemu rasa yang menurut kita pas,” bebernya.<br />
Bebek Ginyo resmi didirikan sejak 5 Mei 2007. Ginyo sendiri dipakai karena merupakan nama dari eyang Martin. Awalnya, ia sempat membuka usaha martabak juga dengan nama Ginyo. Namun, pada saat usaha martabak itu mulai berkembang, ternyata koki-nya malah pergi.</p>
<p>“Ngeliat dari situ, sekarang kita sekeluarga belajar juga untuk menu-menu yang disajikan di Bebek Ginyo,” kata Martin. Bahkan, Mama-nya sekarang sudah mahir membuat masakan-masakan yang menjadi menu di Bebek Ginyo. Menurut Martin, kelebihan bebek ginyo sendiri adalah memadukan selera nusantara, seperti Bebek Kremes Jogja, Bebek Bakar Bali, dan lainnya.</p>
<p>Jiwa enteurpreuner, diakui Martin, sudah dimilikinya sejak duduk di bangku sekolah menengah. Saat itu, ia membeli baju-baju bekas ke Pasar Senen kemudian menjualnya kembali pada teman-teman di sekolah.</p>
<p>Lulus kuliah di GS Fame Business Institute ia sempat bekerja di pelayaran selama satu tahun. “Sempat ke Alaska dan Karibia,” kenangnya. Tak habis akal, selama bekerja di pelayaran pun Martin nyambi sebagai tukang potong rambut dengan bayaran 10 dollar per kepala.</p>
<p>“Waktu itu dikasih tau temen kalo mau berlayar bagusnya punya skill, yaudah belajar motong rambut dulu,” senyumnya. Malah, upahnya sebagai pemotong rambut lebih besar daripada gajinya sendiri.</p>
<p>Tak pelak, satu tahun di pelayaran, pundi-pundinya terisi sebanyak 150 juta! Untuk ukuran anak berusia 21 tahun di tahun 2000, sebuah jumlah yang menggiurkan. “Langsung kalap deh, mikir mau buat usaha apa,” ujarnya.</p>
<p>Bermacam-macam usaha ia coba sejak tahun 2000 itu, dari mulai usaha tambak ikan, tambak udang, bahkan sampai mencoba usaha peternakan sapi yang berjumlah puluhan ekor. Tapi, nyatanya semua usaha itu kandas dan uang sebanyak Rp 150 juta yang ia kumpulkan, ludes!</p>
<p>Orang ‘normal’ mestinya kapok berusaha yang terus-menerus rugi, bahkan uang Rp 150 juta yang didapatnya dari pelayaran, ludes! Tapi tidak dengan Martin. Lulusan ini tak jera berusaha. Tahun 2003, ia meminjam uang pada ayahnya sebanyak Rp 50 juta untuk kemudian di jadikan modal usaha.</p>
<p>“Untungnya Papa juga memberi kepercayaan, meski sempat juga menawari apa mau coba kerja kantoran kayak Papa,” ujarnya. Pada saat itu Martin berpikir, daripada bekerja kantoran, lebih baik ia kembali lagi ke pelayaran. Akhirnya, sang Papa, mengabulkan keinginannya untuk kembali berusaha.</p>
<p>Bersama adik-adiknya, Berto Saksono (28) dan Widyasari (26) ia merintis kembali usaha distro, burger, hingga bebek di kawasan Tebet. Kini Martin boleh berlega hati, karena keempat usahanya menunjukkan grafik yang menggembirakan. Untuk bebek sendiri, di hari-hari biasa ia bisa menghabiskan 300 ekor, sedangkan di week-end bisa menghabiskan 400 ekor bebek per harinya.</p>
<p>Pengalaman ‘gagal’ rupanya mengajarkan Martin untuk lebih berhati-hati dalam berusaha. Beruntung, kendala yang dihadapi dalam menjalankan usahanya ini tak begitu berarti. “Sejauh ini kendala paling susah, kalo makanan pernah kehabisan stok bebek, akhirnya mesti tutup lebih awal. Kalau di pakaian paling ya ada yang bajak desain kita, tapi itu ngga terlalu masalah banget kok,” tutup Martin yang enggan menyebutkan omsetnya ini. (tr).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=222&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/19/martin-sunu-pepes-brilian-yang-jadi-andalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/03/martin-lagi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">martin-lagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Restaurant dan Martabak Cahaya Super Bandung : Berawal Kabur dari Rumah</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/19/restaurant-dan-martabak-cahaya-super-bandung-berawal-kabur-dari-rumah/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/19/restaurant-dan-martabak-cahaya-super-bandung-berawal-kabur-dari-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 07:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[cipete]]></category>
		<category><![CDATA[jimmy]]></category>
		<category><![CDATA[kabur]]></category>
		<category><![CDATA[laris]]></category>
		<category><![CDATA[martabak]]></category>
		<category><![CDATA[muallaf]]></category>
		<category><![CDATA[restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[super]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[*wawancara dan tulisan dibuat pada April 2008 tnp perubahan/penyesuaian dgn kondisi terkini * Jimmy Irawan Pangestu (62), kakek dari empat cucu ini mungkin tak pernah menyangka, jika buah kaburnya akan berasa manis. Diusianya yang menjelang senja, ayah lima anak ini, kini tinggal duduk dan mengawasi pekerjanya melayani konsumen yang ingin memesan makanan atau sekedar mengudap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=218&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>*wawancara dan tulisan dibuat pada April 2008 tnp perubahan/penyesuaian dgn kondisi terkini <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> *</em></p>
<p>Jimmy Irawan Pangestu (62), kakek dari empat cucu ini mungkin tak pernah menyangka, jika buah kaburnya akan berasa manis. Diusianya yang menjelang senja, ayah lima anak ini, kini tinggal duduk dan mengawasi pekerjanya melayani konsumen yang ingin memesan makanan atau sekedar mengudap martabak di restorannya.</p>
<p>Siapa yang sangka jika bocah berusia 16 tahun yang kabur dari rumah karena tertarik keyakinan lain ini akan memetik sukses. Padahal, selepas ia meninggalkan rumah dan sekolahnya di Bandung, Jimmy sempat ‘menggembel’ dan bergaul dengan kerasnya kehidupan jalanan di Jakarta. Bahkan kakak-kakaknya dan keluarganya yang beragama Katholik sempat mencelanya : “Jim, kalau masuk Islam, siap-siap jadi gembel, lo!”<span id="more-218"></span></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-219" title="jimmy" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/03/jimmy.jpg?w=500" alt="jimmy"   /></p>
<p>Kata-kata itulah yang melekat terus dalam benak Jimmy. Yang melecutnya untuk berusaha dan giat bekerja demi ‘tidak menjadi gembel’ seperti yang ‘disumpahkan’ kakaknya.</p>
<p>Dan bukti dari itu semua, Jimmy sukses membuka Restaurant dan Martabak Cahaya Super Bandung yang bertempat di Jl. Fatmawati. Persis pertigaan Cipete.</p>
<p>“Saya buka usaha disini sudah sejak 1989,” ia memulai kisah bisnisnya. Kala itu, harga sewa tanah masih Rp. 7,5 juta pertahun. Sekarang? Jimmy mengakui saat ini, tempat yang ia sewa sudah berharga Rp. 65 Juta pertahun.</p>
<p>Sebelumnya, Jimmy me nekuni bisnis jual-beli mobil. Bahkan, ia sempat memiliki show-room mobil di Pacenongan. Jimmy juga pernah menjadi sopir President taksi selama 3 tahun. Pada saat menjadi sopir taksi itulah, Jimmy bertemu dengan seorang pengusaha restoran yang memberinya kartu nama. Meski tak begitu memedulikan, namun, tak urung Jimmy menyimpan jua kartu nama itu.</p>
<p>Titik balik yang menghantarkan Jimmy melirik kembali kartu nama yang sudah hampir  terlupakan adalah pada saat itu Jakarta dilanda devaluasi, pengguntingan nilai mata uang yang amat berpengaruh pada perekonomian kala itu.</p>
<p>“Waktu itu baru terlintas di benak saya untuk banting stir ke bidang usaha makanan. Saya ingat, pengusaha restoran yang memberikan kartu nama ini pada saya sempat memberi petuah, bahwa bisnis yang menguntungkan adalah bisnis makanan, karena dalam kondisi sesusah apapun manusia pasti butuh makan,” bebernya.</p>
<p>Maka datanglah Jimmy pada pengusaha restoran cahaya kota tersebut, rentang waktu sepuluh tahun lebih yang tercipta bukan hal yang mudah untuk mengingat kembali seseorang.</p>
<p>“Dia sudah lupa sebetulnya siapa saya. Cuma pas saya cerita, lalu dia ingat-ingat, baru dia ‘ngeh’” urai Jimmy. Ia pun pulang berbekal resep yang didapatnya di Restoran Cahaya Kota.</p>
<p>Meski begitu, bukan berarti jalan mulus lantas terbentang begitu saja. Butuh waktu tak kurang dari 2 tahun untuk Jimmy mendalami usahanya tersebut. mulai dari memilih lokasi, menyewa tempat, menyiapkan alat-alat, serta bahkan pegawai. Saat itu ia baru mampu mempekerjakann tak lebih dari tujuh  pegawai.</p>
<p>“Buat di martabak 2 orang, yang di restoran ada 5 orang: tukang masak ,tukang  potong, 2 orang ngelayanin tamu , dan tukang  cuci 1,” jelas Jimmy.</p>
<p>Namanya orang berdagang, kadang ramai kadang sepi, demikian pula yang dirasakan oleh Jimmy. Meski begitu, dalam keadaaan tersepi sekalipun, ia tetap bersyukur.</p>
<p>“Rezeki itu anugerah dari Allah. Sekecil apapun rejeki tetaplah anugrah. Makanya saya selalu bersyukur dengan apa yang bisa saya raih hingga saat ini,” ujarnya. Rupanya ‘bertakdir’ sebagai seorang muallaf, justru membuat keimanan terhadap agama yang ia pegang sekarang  tebal.ia mengaku tertarik masuk Islam karena mendengar kumandang adzan, dan tergugah dengan seorang temannya yang sama-sama Bengal (bandel,red) tetapi tak pernah melupakan sholat.</p>
<p>“Makanya itu yang selalu saya tanamkan pada karyawan saya. Jangan tinggalkan sholat,” ujar pria kelahiran tahun 1946 yang sempat mondok (masuk pesantren,red) di daerah Lebak, Banten selama empat tahun.</p>
<p>“Mondok itu diajak teman. Waktu saya baru kabur dari rumah dan hampir jadi gembel di Jakarta,” urainya. Sekembalinya dari pondokan ia lalu kembali ke Jakarta dan kos di daerah Jembatan Lima.</p>
<p>“Saya bayar kos Cuma 3 bulan, selebihnya ngga bayar,” senyumnya. Kok bisa? Rupanya anak si pemilik kos-an tertarik pada Jimmy, hingga kemudian Jimmy pun melangsungkan pernikahan pada usianya yang ke23. Untuk menghidupi istrinya, Jimmy berbisnis jual beli motor, menyopir taksi,  jual beli mobil, dan kemudian ia membuka usaha martabak hingga kini.</p>
<p>Demi menjalankan usaha martabak, Jimmy rela menjalani hidup rumah tangga yang terpisah. Istri dan kelima anaknya tinggal di Bandung, sementara Jimmy sendiri menjalankan usaha restorannya di Jakarta. Ia sendiri pulang ke Bandung biasanya sebulan sekali atau dua kali.</p>
<p>Di usia perkawinannya yang ke32, sang Istri dipanggil menghadap Yang Kuasa, meninggalkan Jimmy dan kelima anaknya yang masih kecil-kecil, Fran Setiawan, Nurjana, Nurmaya, Fredi, dan Nurva.<br />
“Yah, sekitar tujuh tahun yang lalu istri saya meninggalnya,” jelas Jimmy.</p>
<p>Saat ini, semua anaknya menetap di Bandung. Kakek empat cucu ini kerap disuruh menikah lagi oleh putra putrinya yang telah beranjak dewasa. “Katanya biar bapa ada yang ngurus. Saya sih mau, Cuma belum nemu calon yang tepat,” senyum pria yang tengah merencakan menggenapkan rukun islam kelimanya pada Desember mendatang ini. (tr)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=218&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/19/restaurant-dan-martabak-cahaya-super-bandung-berawal-kabur-dari-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/03/jimmy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jimmy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iim Rusyamsi: Pembuktian Sukses Seorang Entrepreuner</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/13/iim-rusyamsi-pembuktian-sukses-seorang-entrepreuner/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/13/iim-rusyamsi-pembuktian-sukses-seorang-entrepreuner/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 10:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[enteurpreuneur]]></category>
		<category><![CDATA[iim]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[TDA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/13/iim-rusyamsi-pembuktian-sukses-seorang-entrepreuner/</guid>
		<description><![CDATA[Anak ketiga dari lima bersaudara ini terlahir dari keluarga PNS. Kedua orangtuanya bekerja sebagai abdi negara. Bukan hanya itu, keempat saudara Iim Rusyamsi (35) juga sukses bekerja di instansi pemerintah. Tak heran kedua orangtua-nya berpikir bahwa jalan yang terbaik bagi anak-anaknya adalah menjadi pegawai negeri seperti jejak mereka. Bukannya menurut dengan kehendak orangtua, segala support [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=206&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-205" title="iim-baru" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/03/iim-baru.jpg?w=500" alt="iim-baru"   /></p>
<p>Anak ketiga dari lima  bersaudara ini terlahir dari keluarga PNS. Kedua orangtuanya bekerja sebagai abdi negara. Bukan hanya itu, keempat saudara Iim Rusyamsi (35) juga sukses bekerja di instansi pemerintah. Tak heran kedua orangtua-nya  berpikir bahwa jalan yang terbaik bagi anak-anaknya adalah menjadi pegawai negeri seperti  jejak mereka.</p>
<p>Bukannya menurut dengan kehendak orangtua, segala support moril untuk menembus jalur PNS malah “disalahgunakan” Iim untuk membuktikan bahwa ia dapat hidup tanpa menjadi pegawai negeri. Itu yang mendasari ayah dua anak ini untuk berkiprah di dunia entrepreneur .</p>
<p>“Setiap bisnis harus punya reason, dan alas an saya adalah ingin membuktikan pada kedua orangtua bahwa saya dapat hidup tanpa harus menjadi PNS,”  terangnya.<span id="more-206"></span></p>
<p>Namun  keinginan tersebut justru  dianggap nyleneh oleh keluarga-nya.  “Ibu saya bilang kita ngga ada turunan dagang. Lagipula kerja jadi PNS itu paling enak, santai. Di kantor bisa baca-baca koran dan jam tiga sudah bisa pulang,”imbuh ayah dari Alysa Aghna Zita (6) dan Fathir Radithya Athar (4).</p>
<p>Bukannya menuruti kehendak orang tua, Iim malah melihat jalur PNS yang direstui keluarga sebagai pekerjaan tanpa tantangan. Tahun 1999 ia bekerja di sebuah perusahaan asuransi.  Setahun kemudian  ia nyambi membuka toko komputer di Harco Mangga 2 yang juga memberikan layanan servis komputer .</p>
<p>“Orang IT itu kan biasanya suka diminta tolong membetulkan komputer yang rusak, dengan seperti itu saya berusaha membangun networking dan belajar usaha kecil-kecilan,” kata lulusan Tekhnik Informatika Universitas Gunadarma ini seraya tertawa.</p>
<p>Pesatnya perkembangan bisnis sampingan yang dijalaninya  membuat Iim kemudian membuka layanan servis computer yang berbasiskan website, ia pun lalu memutuskan untuk full berbisnis.</p>
<p>“Saya keluar pada tahun 2003 tetapi ini seperti ‘membakar kapal’ tanpa persiapan yang baik bahkan tanpa pesangon apa-apa,” penggemar empek-empek ini menjelaskan.</p>
<p>Meskipun memiliki banyak jejaring bukan berarti Iim mulus saja dalam menjalani bisnisnya. Suami dari Susanti Achmad mengaku ia seperti orang yang belajar naik sepeda. “Di awal-awal itu jatuh bangun, seperti orang belajar naik sepeda. Meskipun saya memanfaatkan jaringan yang sudah ada, tetapi tetap saja bukan tanpa kendala. Misal order-nya bagus tapi modal kurang,” tukas Iim.</p>
<p>Tahun 2005 ia memantapkan layanan servis komputernya di internet dengan nama www.spprima.com, setahun kemudian berganti nama dengan www.dokterkomputer.com. Dalam kondisi itulah ia sering berbagi dengan seorang sahabatnya semasa kecil, Badroni Yuzirman, yang juga seorang entrepreuner. Keterbatasan waktu membuat mereka hanya saling sapa dan sharing lewat blog. Namun, siapa sangka jika blog itulah cikal bakal lahirnya sebuah komunitas yang mewadahi para pengusaha dan mereka yang ingin berbisnis dengan menyebut diri komunitas ‘Tangan Di Atas’ (TDA) yang tercetus pada Januari 2006.</p>
<p>Diakui Iim, blog Badroni Yuzirman ini sebagai virus yang menulari para pembacanya untuk tidak selamanya menjadi pekerja yang mereka sebut sebagai ‘Tangan Di Bawah’ (TDB). Hingga akhirnya para blogger mengadakan kopi darat dengan mendatangkan Haji Alay, seorang tokoh pengusaha yang sering disebut-sebut  dalam blog Badroni sebagai Haji A. pertemuan itu berlangsung di sebuah rumah makan di Rawamangun dihadiri oleh 40 orang yang langsung ditantang Haji Alay untuk membuka kios di ITC Mangga Dua. Haji Alay meminjamkan gratis selama satu tahun untuk mereka yang berani mengambil tantangan.</p>
<p>Dua puluh orang yang ikut pertemuan, termasuk Iim, tak melewatkan kesempatan emas tersebut. Iim mengambil satu kios di ITC Mangga Dua  yang kemudian dijadikan usaha menjual baju oleh istrinya. Pertemuan ini yang mencetuskan TDA yang dijadikan ajang perkumpulan  pebisnis maupun ‘pebisnis wanna be’, dimana mereka bisa saling berbagi satu sama lain.</p>
<p>“Kalo dulu keluh kesah saya hanya berdua Pak Roni (panggilan untuk Badroni Yuzirman, red) dengan adanya TDA kami punya wadah untuk saling berkumpul dan berbagi,” kata Iim yang kemudian didapuk sebagai presiden TDA sejak Juni 2008.</p>
<p>Komunitas yang terbentuk lewat komunikasi dunia maya ini tak melupakan jejaring maya untuk semakin meluaskan jaringannya. Melalui website www.tangandiatas.com setiap orang dapat menjadi member untuk TDA.</p>
<p>Tidak ada ketentuan atau syarat khusus, namun di TDA ada 3 jenis keanggotaan: Full TDA, ialah mereka yang sudah meninggalkan perusahaannya untuk menjadi pebisnis, amphibi adalah mereka yang sambil bekerja juga memiliki usaha dan TDB alias tangan di bawah, yaitu mereka yang masih full sebagai pekerja.</p>
<p>“Saat ini sudah ada 5000 member TDA dalam 3 tahun perjalanan komunitas ini,” kata Iim yang juga memiliki second line bisnis www.400education.com yang sering mengadakan inhouse training untuk bidang IT di perusahaan-perusahaan.</p>
<p>Untuk menjaga spirit bisnis serta saling bersilaturahmi satu sama lain, TDA memiliki mastermind, yaitu kelompok kecil yang terdiri dari beberapa anggota yang dibagi berdasarkan wilayah.  Silaturahmi yang dibangun melalui mastermind  ini juga yang menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling membantu baik solusi usaha maupun modal, sampai melakukan aksi-aksi sosial. “Di TDA kami menyebutnya silaturahmi membawa rejeki,” senyum Iim.</p>
<p>Kini, pria kelahiran 23 Januari 1974 ini boleh berbangga hati dengan jalur bisnis yang dipilihnya, dua bisnis yang dikelola pria ramah ini sudah mencapai omzet lebih dari 200 juta perbulannya. Bahkan dokterkomputer.com pun dijadikannya sebagai usaha waralaba.</p>
<p>“Sekarang misalnya orangtua saya sakit dan harus diantar ke dokter saya bisa mengantarkan mereka kapan saja tanpa terkendala hari kerja,” kata pehobi sepak bola ini memungkas pembicaraan. (tr)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=206&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2009/03/13/iim-rusyamsi-pembuktian-sukses-seorang-entrepreuner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2009/03/iim-baru.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iim-baru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agus Kuncoro: Ajaibnya Hidup dengan Sedekah!</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/11/23/agus-kuncoro-ajaibnya-hidup-dengan-sedekah/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/11/23/agus-kuncoro-ajaibnya-hidup-dengan-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 16:57:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[agus kuncoro]]></category>
		<category><![CDATA[ijab-kabul]]></category>
		<category><![CDATA[Kun Fayakun]]></category>
		<category><![CDATA[PPT]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf Mansur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Hidup selalu penuh dengan keajaiban. Dan bagi Agus Kuncoro, keajaiban itu selalu dipetiknya dari kebiasaan bersedekah. Ia memiliki konsep tersendiri dalam mendermakan sebagian harta kepada mereka yang memerlukan. “Seperti makan, apabila jarang dikeluarkan kita akan sakit. Rizki demikian, kita diberi terus, tetapi jarang disedekahkan yang ada Allah akan mengambil dengan lebih banyak lagi,” kata pemeran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=201&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_202" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/11/resize-agusk.jpg"><img class="size-full wp-image-202" title="resize-agusk" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/11/resize-agusk.jpg?w=500" alt="agusk"   /></a><p class="wp-caption-text">agusk</p></div>
<p>Hidup selalu penuh dengan keajaiban. Dan bagi Agus Kuncoro, keajaiban itu selalu dipetiknya dari kebiasaan bersedekah. Ia memiliki konsep tersendiri dalam mendermakan sebagian harta kepada mereka yang memerlukan. “Seperti makan, apabila jarang dikeluarkan kita akan sakit. Rizki demikian, kita diberi terus, tetapi jarang disedekahkan yang ada Allah akan mengambil dengan lebih banyak lagi,” kata pemeran Azzam dalam sinetron reliji Para Pencari Tuhan (PPT).</p>
<p class="MsoNormal">Bukan sekedar berbicara, karena Agus membuktikannya dalam kehidupan nyata. Suami dari Anggia Jelita ini sering merasakan keajaiban ketika ia bersedekah. Bahkan pada awal 2008 lalu, setelah mendermakan 50% honor dari membintangi film Kun Fayakun, ia mendapati keajaiban yang paling dinanti-nantinya selama usia pernikahan tiga tahun, seorang bayi perempuan jelita yang lahir pada 12 Mei 2008 dan diberi nama Kunkeira Gayla.</p>
<p class="MsoNormal">“Kejadiannya setelah membintangi Kun Fayakun. Produser film ini, Ustadz Yusuf Mansur, menyarankan untuk mendermakan sebagian dari honor. Kata beliau, jika saya punya keinginan kuat untuk memiliki anak, sebaiknya termin (honor) terakhir jangan diambil,”</p>
<p class="MsoNormal">Pria kelahiran 11 Agustus 1972 ini lalu menyetujui. Tak dinyana, sebulan kemudian, Anggia, sang istri menelepon dan mengabarkan jika ia positif hamil. Kejadian ini membuat keyakinan Agus semakin menebal akan ajaibnya sedekah. Meski demikian, sedekah bukanlah hal baru bagi pria Madiun-Jogja yang besar di Jakarta ini. <span id="more-201"></span></p>
<p class="MsoNormal">“Mulanya pada tahun 2002,” Agus memulai kisah. Pria yang kerap tampil dengan rambut gondrong ini mengakui titik balik hidupnya terjadi pada tahun 2002. pada tahun itu, ia menjumpai musibah demi musibah mendera hidupnya.</p>
<p class="MsoNormal">“Muali dari banjir semata kaki di lantai dua. Trus ibu dan bapa meninggal, tak lama saya putus dari pacar, saudara-saudara jauh semua. Pada saat yang sama saya kerja di PH semua tokoh saya di PH itu juga dimatikan. Saya kos, dan kamar kos saya kebakaran,”</p>
<p class="MsoNormal">Agus lalu mendatangi seorang Ustadz mengadukan masalah-masalahnya. Simpel saja, sang Ustadz hanya menepuk paha Agus seraya berkata “Kamu pelit sih!” kontan hal itu membuat Agus terkejut. Ia merasa hidupnya tak pelit-pelit amat. Kadangkala ia menyumbang pada orang-orang yang tidak seberuntung dirinya. Menurut Ustadz yang didatanginya seharusnya setiap menyumbang semestinya ia ber<em>-ijab-kabul</em> serta diniatkan untuk sedekah.</p>
<p class="MsoNormal">Sejak saat itu ia lalu mulai rajin bersedekah. Menerapkan ijab-kabul serta menguatkan niat bersedekah. Satu per satu lalu kesulitan hidupnya mulai menemukan ujung. Mulai dari pekerjaan, kehidupan pribadi, dan bahkan ia dapat membangun kembali rumahnya di daerah Bintaro, Jakarta Selatan.</p>
<p class="MsoNormal">“Bahkan pada saat saya menunda-nunda untuk bersedekah, sesuatu kerap terjadi. Saya pernah mengalaminya, suatu ketika hati saya menyuruh untuk bersedekah tetapi saya malah menundanya. Tak lama, Allah menegur saya dengan kecelakaan motor hingga saya berdarah-darah,” beber Agus.</p>
<p class="MsoNormal">Pria yang jarang mudik karena mengaku ‘sudah tak punya kampung’ ini percaya kejadian itu tak terjadi dengan kebetulan, tetapi akibat ia melalaikan kata hati untuk bersedekah. Sepulang dari rumah sakit, ia lalu langsung bersedekah. “Seyogyanya sedekah itu sudah bukan lagi kewajiban, akan tetapi hak bagi kita. Jika sudah sampai pada pemikiran dan konsep seperti itu, <em>cihuy banget</em>,” kata Agus.</p>
<p class="MsoNormal">Rampung dengan film Kun Fayakun di awal 2008, Agus mendapati pengetahuan baru bahwa bersedekah juga mesti tepat guna, kepada orang-orang yang dilihat dan didengar susah, dalam lingkungan terdekat kita. “Selama ini kita bersedekah pada orang-orang yang nun jauh disana. Anak yatim piatu dimana atau bahkan panti asuhan yang jauh semisal di Papua Nugini,” katanya, tertawa.</p>
<p class="MsoNormal">Mengenai nominal jumlah yang disedekahkan, Agus memiliki konsep yang unik.</p>
<p class="MsoNormal">“Di dalam dompet kita itu kan biasanya ada beberapa macam uang, dari seratus ribu sampai nominal terkecil. Alhamdulillah sejak dijalani dari proses-proses awal sekarang sudah sampai pada proses yang paling besar aja yang masuk masjid (disedekahkan ke masjid, red). Karena di Al-Quran itu kan janji-janji Allah banyak, ibaratnya kita berdagang dengan Allah,” tandasnya. (tr)</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=201&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/11/23/agus-kuncoro-ajaibnya-hidup-dengan-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/11/resize-agusk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">resize-agusk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melatitoys : Bisnis Mainan Edukasi Seorang Ibu</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/10/28/melatitoys-bisnis-mainan-edukasi-seorang-ibu/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/10/28/melatitoys-bisnis-mainan-edukasi-seorang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 07:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[profil]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>
		<category><![CDATA[melatitoys]]></category>
		<category><![CDATA[yuli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Yuli (39) hanya ingin memberikan mainan yang bernilai edukasi pada Irlyana Prameswari Ramadhina, buah hatinya yang kala itu berusia 4 bulan. Melihat si kecil sudah aktif merangkak, Yuli lalu berpikir untuk dapat memberikan mainan tetapi yang memiliki nilai edukasi. Kebetulan ia menghadiri sebuah pameran yang cukup unik yang memamerkan mainan-mainan untuk anak-anak. Suatu hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=196&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Awalnya Yuli (39) hanya ingin memberikan mainan yang bernilai edukasi pada <strong>Irlyana Prameswari Ramadhina</strong>, buah hatinya yang kala itu berusia 4 bulan. Melihat si kecil sudah aktif merangkak, Yuli lalu berpikir untuk dapat memberikan mainan tetapi yang memiliki nilai edukasi. Kebetulan ia menghadiri sebuah pameran yang cukup unik yang memamerkan mainan-mainan untuk anak-anak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Suatu hari ia melihat pameran dan produk-produk. Melihat mainan yang ditawarkan ia lantas tertarik untuk berhubungan langsung dengan produsen yang memproduksi barang-barang itu.<span id="more-196"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_197" class="wp-caption alignnone" style="width: 195px"><a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/10/yuli-lg.jpg"><img class="size-full wp-image-197" title="yuli-lg" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/10/yuli-lg.jpg?w=500" alt="yuli"   /></a><p class="wp-caption-text">yuli</p></div>
<p>“Kebetulan saya punya beberapa teman yang ngajar di sekolah. Jadi saya tawarkan ke mereka mainan-mainan edukasi untuk anak-anak di sekolah,” ujar Yuli.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Meski pasar sudah ada, bukan berarti ia dapat melenggang begitu saja masuk ke dalam bisnis ini sebagai marketing. Salah satu kendala terberat yang dihadapi Yuli adalah masalah jarak. Ia berdomisili di Kelapa Dua, Jakarta Barat. Sedangkan mengambil barang mainan pada produsen harus ke Tanjung Priuk dan mengantar mainan itu ke Bintaro.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Bisa dibayangkan bagaimana biaya transport yang harus saya keluarkan, kelapa Dua-tanjung priuk, kelapa dua – Bintaro, padahal keuntungan dari setiap barang itu paling hanya Rp. 3000 sampai Rp. 5000, ngga bisa ngambil untung banyak juga,” ujar wanita kelahiran 25 Juli 1979 ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Pesanan yang cukup banyak membuat Yuli akhirnya memodali usaha ini dari kocek sendiri sebanyak Rp. 700 ribu. Jika awalnya ia hanya membelikan barang pesanan, lalu kemudian ia merogoh tabungan untuk membeli sendiri beberapa item tanpa pesanan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Waktu itu bener-bener untung-untungan. Tapi saya mikirnya kalopun ngga laku toh nanti bisa buat anak-anak,” ujarnya santai. Akan tetapi, ternyata beberapa item barang yang dibeli Yuli dari distributor ternyata disukai oleh teman-teman. Alhasil, barang-barang itupun habis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Itulah yang mendongkrak semangat Yuli untuk lebih giat lagi mencari pelanggan. Ia akhirnya mendapatkan pesanan dalam partai besar dari teman-temannya. Pada pertengahan 2005,<span> </span>perhiasan emas seberat 10 gram pun dijual untuk suntikan modal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Selain membeli barang, Yuli juga membeli sebuah mesin untuk dapat membuat mainan sendiri. Ia lalu dibantu oleh seorang karyawan yang dilatihnya menjadi tenaga ahli.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Ternyata Melatitoys berkembang pesat diluar dugaan Yuli. Pesanan datang dari sekolah dan agen-agen serta toko mainan. Selain membuat barang berdasarkan pesanan, melatitoys<span> </span>juga mempoduksi barang-barang non-pesanan yang dipajang di galeri di rumah Yuli, Kelapa Dua.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Meski demikian, tak jarang usaha Yuli gagal untuk masuk ke sekolah-sekolah tertentu karena kalah tender dengan pemodal yang lebih besar.</span><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Namun, Yuli tak pernah pesimistis. Seiring waktu usahanya semakin berkembang. Keuntungan yang ia peroleh lalu digunakan kembali untuk membeli mesin-mesin dan membayar pekerja. Saat ini ia telah memiliki 5 orang pekerja.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Barangkali karena semua kebutuhan hidup saya ditanggung suami jadinya keuntungan dari jual mainan dapat digunakan untuk pengembangan,” tukas wanita bernama lengkap Yuli Setiawati ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">Produk mainan yang ditawarkan melatitoys adalah aneka mainan edukatif dari kayu (wooden toys) untuk anak-anak, seperti puzzle, geometri, wiregame, sliding car, buah potong, puzzle, balok susun, puzzle angka/huruf, produk-produk step2, kursi-meja anak, dan sebagainya.m alasan Yuli memilih bahan dasar kayu adalah karena lebih aman dan lebih ada rasa memiliki.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN">“Biasanya kalau mainan plastik anak-anak suka main lempar seenaknya aja, kalau kayu kan tidak,” ujarnya<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Promosi pun semakin gencar ia lakukan. Lewat hubungan pertemanan, website, dan menurut Yuli yang paling “ampuh” adalah lewat pemberitaan di media. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Setelah masuk di berita beberapa media, tiba-tiba saja pesanan banyak,” tukas istri dari Irfan Haseli ini. Bahkan pesanan pernah datang dari Pekanbaru, Medan, NTT, bahkan sampai Malaysia dan Singapura.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Satu lagi kendala adalah berkaitan dengan ekspedisi yang digunakan untuk mengantar barang. Menurut Yuli, ada costumer yang karena memilih murah lalu ia menggunakan ekspedisi kelas tiga. Padahal sangat rawan. Yuli pernah punya pengalaman dicomplain pelanggan gara-gara mainan patah-patah, padahal hal itu disebabkan ekspedisi murah yang dipilih oleh si costumer sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Biasanya sih kita jelasin, dan syukurnya mereka mau mengerti,” ujar Yuli. Kini ia dapat meraup omset Rp. 10-20 juta perbulan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam proses pembuatan, Yuli pun tak segan-segan melibatkan para pelangannya, “biasanya ide bisa dari saya ata pelanggan. Tapi sering juga pelanggan yang memesan selalu kasih gambaran apa maunya dia, hingga itu juga dapat dijadikan pengetahuan baru bagi saya,” pungkasnya. (tr)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=196&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/10/28/melatitoys-bisnis-mainan-edukasi-seorang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/10/yuli-lg.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">yuli-lg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nursalam : Berdakwah dengan Sampah</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/09/16/nursalam-berdakwah-dengan-sampah/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/09/16/nursalam-berdakwah-dengan-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 05:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[profil]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[kedai daur ulang]]></category>
		<category><![CDATA[nursalam]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<category><![CDATA[WALHI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Rumah mungil itu hanya terdiri dari susunan bata tanpa dilapis semen dan cat, hingga kontras dengan bangunan lain yang ada di sekelilingnya. Di dalam ruangan yang sederhana, nampak rak dengan susunan hasil daur ulang yang menumpuk. Saat saya bertandang, si pemilik, Nursalam (45), sedang melipat surat undangan yang dibuat dari kertas daur ulang yang dicampur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=188&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<div id="attachment_194" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/09/pak-nursalam.jpg"><img class="size-medium wp-image-194" title="pak-nursalam" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/09/pak-nursalam.jpg?w=225&#038;h=300" alt="nursalam" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">nursalam</p></div>
<p class="MsoNormal">Rumah mungil itu hanya terdiri dari susunan bata tanpa dilapis semen dan cat, hingga kontras dengan bangunan lain yang ada di sekelilingnya. Di dalam ruangan yang sederhana, nampak rak dengan susunan hasil daur ulang yang menumpuk. Saat saya bertandang, si pemilik, Nursalam (45), sedang melipat surat undangan yang dibuat dari kertas daur ulang yang dicampur dengan pelepah batang pisang yang dihancurkan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Lipatan surat undangan unik terhampar di meja. Sambil berbincang, saya berkesempatan mengamati serat-serat halus dalam kertas undangan itu. Warna cokelat yang didapat dari pelepah pisang memberikan nuansa alami yang menyejukkan, amat berbeda dengan kertas undangan lainnya, meski tidak kehilangan kesan elegan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Selain kartu undangan, Nursalam juga memproduksi <em>goodie-bag</em>, kotak pinsil, beraneka kotak ragam ukuran sesuai pesanan, bingkai (frame) foto, dan lainnya. Semuanya dibuat dari sampah yang didaur ulang. Karenanya, Nursalam memasang plang ‘Kedai Daur Ulang’ yang di rumahnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Disebut kedai karena orang bisa datang kesini untuk membicarakan masalah sampah. Kalau biasanya kedai nasi orang datang mencari nasi, sekarang orang datang untuk membicarakan masalah sampah,” kata bapak dua anak ini. Menurut Nursalam, kedainya bukan sekedar berjualan produk, tetapi juga sekaligus meng-edukasi masyarakat sekitar untuk mendaur-ulang sampah.<span id="more-188"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Dibangunnya kedai daur ulang semata-mata karena kepedulian Nursalam terhadap masalah sampah. “Saya melihat tidak banyak orang yang konsen terhadap masalah sampah,” tandasnya. “<em>Think globally, act locally</em>, berpikir global tetapi kita melakukan sesuatu yang bermanfaat secara lokal, makanya kita buat daur ulang. Memang daur ulang kita ini ada unsur bisnisnya tetapi ngga jadi patokan, semacam kayak pusat informasi pada masyarakat tentang masalah sampah itu sendiri,” imbuh lulusan ABA Jakarta ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pada awalnya usaha ini semata-mata keprihatinan Nursalam, tetapi ia mengaku akhirnya teriring. Sekali mendayung, dua pulau terlampau. “Kalo saya bilang, sambil menyelam, bukan minum air lagi, tapi minum teh botol kali ya,” senyumnya. Itu sebabnya, Nursalam membangun kedai daur ulang tidak berorientasi pada bisnis.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tak berlebihan jika ia mengatakan demikian, karena ayah dari Feby (12) dan Oby (8), sudah mulai concern terhadap masalah sampah sejak tahun 1982, pada saat ia masih aktif sebagai relawan WALHI.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Tentu saja, tak ada yang melihat sampah sebuah masalah, kala itu. Menurut Nursalam, tahun 1982 lingkungan Jakarta masih lumayan asri, penduduk belum melebihi angka 10 juta. Rawa-rawa masih menjadi pemandangan alami yang menghias lingkungan. Burung masih berkicau riang, dan tetumbuhan masih dapat dijumpai sepanjang jalan. Lingkungan belum terganggu, dan sampah belum jadi masalah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Namun, pria kelahiran 17 Januari 1963 ini memiliki pandangan akan Jakarta sepuluh tahun ke depan. “Saya yakin bahwa sampah akan menjadi masalah utama di Jakarta, sepuluh tahun ke depan,” tegasnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Nursalam memprediksi, ke depannya, Jakarta bermasalah dengan sampah, bahkan bukan dengan banjir yang kerap menyambangi Jakarta di tahun-tahun tertentu. “Ya banjir juga menjadi persoalan, tapi kita lihat setelah banjir, yang tersisa adalah sampah,” kata pehobi olahraga badminton ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bermula dari pikiran itulah ia kemudian meng-konsep upaya daur ulang sampah. “Karena jika tidak ditanggulangi, ini akan menjadi masalah yang berlarut-larut,” ujarnya. Tak sedikit yang mencibir dengan apa yang dikonsepkan Nursalam, termasuk teman-temannya di WALHI.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Meski demikian, ia tak patah arang. Ia memaklumi sikap teman-temannya. Karena saat itu belum terlihat akan adanya masalah lingkungan tertama yang berkaitan dengan sampah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Pada saat itu kondisi lingkungan masih bagus. Kali Ciliwung saja airnya masih cokelat, belum hitam kayak sekarang, tapi Jakarta sudah memiliki konsep untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tentunya Jakarta akan menjadi kota tujuan bagi para urban. Nah, dengan kondisi yang seperti itu tentunya sepuluh tahun kedepan sampah akan menjadi masalah, karena pertumbuhan sampah dua kali lipat dibanding pertumbuhan manusia,” beber Nursalam.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sebatas ide dan konsep itu sudah ada di kepala laki-laki yang mengidolakan Emil Salim ini, namun, realitanya baru dapat ia lakukan 16 tahun kemudian. Pada tahun 1998 barulah ia bisa merealisasikan konsepnya itu dengan membangun kedai daur ulang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Karena aspek bisnis menjadi nomor dua bagi Nursalam, ia justru merasa senang jika ada yang mengikuti jejaknya berbisnis lewat daur ulang sampah. Meskipun kegiatannya itu kini sudah menjadi sandaran ekonomi keluarga, bahkan saat ini sudah memiliki enam pekerja.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Tidak ada rasa terancam atau takut tersaingi. Saya malah merasa senang. Bagi saya, mungkin bahasa kerennya, ini berdakwah, walaupun dengan sampah,” ujarnya seraya tertawa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Ia menjelaskan bahwa semua sampah bisa diolah, akan tetapi, kedai daur ulang miliknya lebih fokus pada sampah sampah kering yang dihasilkan dari perkantoran, seperti kertas. “Sampah kering seperti kertas ini gampang mengolahnya dan dapat dilakukan secara individu, sedangkan sampah-sampah plastik memerlukan teknologi yang lebih canggih dan modal yang lebih besar dalam mendaurulangnya,” tandas suami dari Ida Mufida ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Untuk itu, Nursalam lebih memfokuskan diri pada pengolahan sampah kering yang dapat dilakukan perorangan. Selain itu, kedai daur ulang miliknya juga selain menghasilkan produk-produk daur ulang, juga mengedukasi masyarakat sekitar akan manfaat sampah. Bukan hanya masyarakat sekitar, tetapi Nursalam juga menggaungkan pemeliharaan sampahnya sampai ke sekolah-sekolah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Karena berangkat dari niatan edukasi, kedai daur ulang juga masuk di sekolah-sekolah mulai tahun kemarin,” katanya. Sejak 2007, Nursalam sudah banyak diundang untuk mengisi pelatihan yang berwawasan lingkungan di berbagai sekolah. Ia masih memiliki obsesi, kegiatan daur ulang sampah menjadi ekstrakulikuler tetap di sekolah. (tr)</p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/itsmeitet.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/itsmeitet.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=188&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/09/16/nursalam-berdakwah-dengan-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/09/pak-nursalam.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">pak-nursalam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stefano Chiesa Suryanto: Jawara Matematika yang Doyan Bercanda</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/09/12/stefano-chiesa-suryanto-jawara-matematika-yang-doyan-bercanda/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/09/12/stefano-chiesa-suryanto-jawara-matematika-yang-doyan-bercanda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 05:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[profil]]></category>
		<category><![CDATA[golden boy]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[matematika]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade]]></category>
		<category><![CDATA[sashimi]]></category>
		<category><![CDATA[Stefano]]></category>
		<category><![CDATA[sushi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Penggemar sushi dan sashimi (olahan ikan mentah ala Jepang, red) ini tertawa saat ditanya apa kegemarannya selain matematika. “Komputer!” ujarnya. Coba dengar apa alasannya suka komputer : “Abis komputer enak, bisa dimakan, asal ngga dikecapin,” Lho, Ano ngga doyan kecap? “Bukan tapi nanti kalo dikecapin komputernya rusak,” katanya, lalu tertawa berderai. Itulah Stefano Chiesa Suryanto. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=179&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Penggemar sushi dan sashimi (olahan ikan mentah ala Jepang, red)<span> </span>ini tertawa saat ditanya apa kegemarannya selain matematika. “Komputer!” ujarnya. Coba dengar apa alasannya suka komputer :<span> </span>“Abis komputer enak, bisa dimakan, asal ngga dikecapin,” <em>Lho, Ano ngga doyan kecap?</em> “Bukan tapi nanti kalo dikecapin komputernya rusak,” katanya, lalu tertawa berderai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Itulah Stefano Chiesa Suryanto. Jawara matematika yang langganan menggondol emas di ajang olimpiade taraf internasional. Di luar hobinya akan matematika, bocah 12 tahun yang disebut-sebut sebagai ‘The Golden Boy’ ini tetaplah anak biasa yang lucu, menggemaskan, dan hobi bercanda.</span><span id="more-179"></span></p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/09/ano-ketawa1.jpg"><img class="size-medium wp-image-180" title="ano-ketawa1" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/09/ano-ketawa1.jpg?w=261&#038;h=300" alt="stefano" width="261" height="300" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">“Kalo ngga bisa bercanda nanti otaknya jebol,” ujarnya lucu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Kesibukan dan jadwal padat sebagai ‘anak lomba’ bukan halangan bagi Ano –sapaan akrabnya- untuk beraktivitas sebagaimana layaknya anak-anak. Selain bercanda, bocah dengan IQ 145 ini senang<span> </span>menonton serial kartun di akhir pekan, jalan-jalan ke mall, dan bahkan ber keliling Jakarta bersama keluarga. Tapi tentu saja dengan porsi yang lebih sedikit daripada anak-anak lain sebayanya, karena waktu Ano sebagian besar dihabiskan untuk belajar matematika dan mengotak-atik program di komputer. Bahkan, ia sudah dapat membuat program sendiri yaitu program yang menampilkan data dan berhitung.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Menurut Ano, apa yang dilakukannya saat ini bukan karena tekanan ataupun tuntutan dari Papi-Maminya (Ary Suryanto dan Widya, red). “Aku senang matematika karena banyak tantangannya. Sedangkan komputer, karena aku senang bikin program, nantinya cita-citaku mau jadi programmer,” kata anak kelas 6 SD Santa Theresia , Menteng, yang mengidolakan Bill Gates ini, mantap. Ia menambahkan bahwa dalam mengerjakan soal matematika tidak boleh gampang menyerah meskipun menghadapi soal yang sulit.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Itu sebabnya, Ano tak pernah merasa bosan dalam belajar matematika. Ia menjalani dengan suka hati. Tak heran, piala yang didapat Ano berjejer-jejer memenuhi ruang kerja ayahnya, ruang guru di sekolah, bahkan di apartemen tempat tinggalnya. Tak tanggung-tanggung, piala yang dikumpulkan bocah berpipi gembil ini nyaris semuanya dari ajang kompetisi matematika bergengsi, bahkan Ano sudah mengumpulkan setidaknya enam medali emas hasil dari olimpiade matematika!</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Untuk kategori emas saja, Ano berhasil memboyongnya dari ajang <strong>World Sakamoto Mathematics Championship 2008 (WOSAMAC)</strong> tingkat nasional di Jakarta pada 3 Februari 2008, <strong>Gold Medal and Best of the best trophy 6<sup>th</sup> World Mathematic Competition</strong> di Imperial Aryaduta-Karawaci Indonesia pada 29 Maret 2008, <strong>Perfect Score Singapore and Asean School Maths Olympiads (SASMO 2008)</strong> yang diselenggarakan di Jakarta pada 1-29 April 2008, <strong>Gold Metal Award Invitation Round Singapore – Asia pacific mathematical Olypiad for Primari School 2008</strong> yang diselenggarakan di Hwa Chong Institution (High School Section), Singapore, pada 24 Mei 2008, <strong>First Class Honour Individual Perfomance Po Leung Kok 12<sup>th</sup> Primary Mathematics World Contest 2008</strong> di Hongkong pada 12-16 Juli 2008, <strong>The Champion The Best Overall Perfomance, Pho Leung Kok 12<sup>th</sup> Primary Mathematics World Contest 2008</strong> di Hongkong pada 12-16 Juli 2008.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Itu baru prestasi Ano yang membuahkan emas, di luar perak, platinum, dan ajang kejuaraan nasional. Menurut Ary Suryanto, Papi Ano, hampir disetiap kompetisi yang diikuti Ano selalu pulang dengan gemilang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">“Padahal kita sendiri tidak menargetkan harus selalu juara. Kita hanya berharap, bukan keharusan. Karena kalo terlalu berharap menang atau sampai mengharuskan menang, pada saat ngga menang nanti kecewa,” kata Ary Suryanto, Ayah Ano.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Ary Suryanto tak pernah menargetkan Ano untuk selalu menjadi juara, hal yang dilakukannya adalah dengan selalu menerapkan disiplin dan kerja keras pada anak-anaknya sedini mungkin. Sulungnya, Bernardo<span> </span>Vaulli Suryanto juga jagoan matematika, peraih perunggu dalam kontes matematika SD Internasional Pertama di Bangkok, Thailand, tahun 2003 yang menghantarkannya memeroleh beasiswa pendidikan di Singapura selama 4 tahun. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Selain disiplin, hal lain yang selalu dilakukan Ary untuk anak-anaknya adalah memberi nutrisi terbaik, fasilitas nomor satu termasuk guru les terbaik, memberi perhatian khusus, tidak ambisius dan memaksakan kehendak, serta percaya pada Tuhan dan nasib. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Percaya pada nasib-lah yang membuat Ary tidak menargetkan apa-apa untuk Ano. Meski demikian, prestasi Ano paling stabil diantara peserta lainnya. Bahkan, ia pernah memeroleh penghargaan MURI sebagai peserta termuda yang mendapatkan medali dan tropi dalam ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2007. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Karena kegigihannya dalam menaklukan sulitnya soal-soal matematika ini, Ano didapuk sebagai bintang iklan bersama seorang tokoh nasional dalam rangka<span> </span>edisi kemerdekaan<span> </span>Indonesia. Dalam tayangan berdurasi tak lebih dari 30 detik ini ditampilkan kerja keras Ano sebagai seorang anak bangsa dalam mengharumkan nama Indonesia di kompetisi tingkat dunia. Mulai pertengahan Agustus lalu, wajah bulat imut-imut milik Ano dapat dilihat <em>wara-wiri</em> di televisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Tampang menggemaskan Ano meringis geli saat ditanya pengalamannya syuting yang menghabiskan waktu satu hari di kawasan Tangkuban Perahu.<span> </span>“Syuting itu melelahkan. Disuruh loncat-loncat, pura-pura tidur, pokoknya capek, lebih susah daripada ngerjain soal matematika,” katanya. Saat ditanya frekuensi loncat-loncat-nya, Ano tersenyum cerdik, “Ngga banyak juga loncat-loncatnya, soalnya aku takut perahunya rusak,” ceplosnya tertawa. Ano-Ano…</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Saat diajak berbincang soal makanan, pehobi olah raga bulutangkis ini antusias. “Aku awalnya ngga doyan sushi sama sashimi,” katanya. Usia lima tahun, Ano diajak papinya ke supermarket, lalu disana mereka membeli ikan mentah yang kemudian dimasak ala sashimi. “Pertama kali nyoba ngga suka. Dikecapin, terus langsung ditelen,” kata Ano, tersenyum. Lama kelamaan, ternyata Ano menyukai makanan jenis ini bahkan menjadi favoritnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Hal lain yang membuat sang Golden Boy berseri-seri adalah saat membicarakan angka dan perkalian. Ditanya soal perkalian, Ano hapal diluar kepala dari perkalian dari mulai angka 9 sampai 15 dalam waktu tak lebih dari tiga detik!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;">Diakhir perjumpaan, GC menanyakan nomor kontak langsungnya. Dengan riang, bocah berkacamata ini menyebut sejumlah angka dalam hitungan kurang dari satu detik.<span> </span>Saat diminta menyebut sekali lagi, bocah kelahiran 5 Desember 1996 ini menyenandungkan angka-angka nomor ponselnya dengan durasi tak kalah cepat dari saat pertama kali ia menyebut. Wah…wah…dasar jawara matematika! (tr)</span></p>
<p class="MsoNormal">(GC Agustus)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/itsmeitet.wordpress.com/179/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/itsmeitet.wordpress.com/179/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=179&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/09/12/stefano-chiesa-suryanto-jawara-matematika-yang-doyan-bercanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/09/ano-ketawa1.jpg?w=261" medium="image">
			<media:title type="html">ano-ketawa1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Mantan Anggota PKI: “Masa Orde Baru, Masa Tersuram Hidup Saya”</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/08/21/pengakuan-mantan-anggota-pki-%e2%80%9cmasa-orde-baru-masa-tersuram-hidup-saya%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/08/21/pengakuan-mantan-anggota-pki-%e2%80%9cmasa-orde-baru-masa-tersuram-hidup-saya%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 06:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[1965]]></category>
		<category><![CDATA[arit]]></category>
		<category><![CDATA[bedjo]]></category>
		<category><![CDATA[darah]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[palu]]></category>
		<category><![CDATA[pki]]></category>
		<category><![CDATA[seram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terkenang dalam benak kita jika mendengar kata PKI? Barangkali ingatan akan melayang pada palu dan arit dan darah yang berceceran, yang terlukis dari film G30S/ PKI yang kerap diputar pada saat peringatan peristiwa mencekam yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 lampau. Kekejaman PKI begitu lekat dalam ingatan. Film, buku, serta pelajaran di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=169&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terkenang dalam benak kita jika mendengar kata PKI? Barangkali ingatan akan melayang pada palu dan arit dan darah yang berceceran, yang terlukis dari film G30S/ PKI yang kerap diputar pada saat peringatan peristiwa mencekam yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 lampau.</p>
<p>Kekejaman PKI begitu lekat dalam ingatan. Film, buku, serta pelajaran di sekolah memberikan andil dalam benak anak bangsa tentang ‘betapa kejamnya PKI’. Membunuh, merusak, membakar, serta segudang tindakan anarkis lain yang telah membuat pemerintah mengeluarkan maklumat partai terlarang dan bahkan kejadian beberapa waktu yang lalu, pemerintah membakar buku-buku pelajaran Sejarah yang terbit hanya karena tidak mencantumkan kata PKI setelah G30S.</p>
<p>Sebagai anak bangsa yang pernah mengonsumsi pelajaran Sejarah di sekolah, saya tak luput dari imej itu. Hingga, di satu siang yang cukup terik, saat saya berkesempatan berbincang dengan salah satu anggota PKI di masa lalu, saya terkejut sendiri dengan kalimat yang ia beberkan : ‘anggota PKI pun menjadi korban atas peristiwa 1965,’ menjelaskan kalimatnya yang cukup mengejutkan di siang bolong, Pak Bedjo Untung (62), seorang ayah dari dua anak, pun berkisah.<span id="more-169"></span></p>
<div id="attachment_170" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/08/pa-bedjo-pki.jpg"><img class="size-medium wp-image-170" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/08/pa-bedjo-pki.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Pa Bedjo" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pa Bedjo</p></div>
<p>“Memang sulit mengubah imej bahwa PKI itu jahat, hingga banyak orang yang kaget apabila mengatakan bahwa anggota PKI adalah korban dari peristiwa 1965,” tuturnya. Pada saat peristiwa itu terjadi di tahun 1965, ia berusia 17 tahun.</p>
<p>Menurut Bedjo, hidupnya sebelum peristiwa suram itu terjadi berjalan dengan normal. Anggota PKI hidup berdampingan dengan anggota masyarakat lain sebagaimana layaknya anggota partai satu bertetangga dengan anggota partai lain.</p>
<p>Terlahir dari keluarga yang cukup berpendidikan, Bedjo mengenyam masa kecil yang lumayan menyenangkan di kota kecil kelahirannya, Pekalongan. Ayahnya seorang haji yang cukup disegani dan sering menjadi imam sholat di lingkungannya.</p>
<p>“Jadi tidak benar jika dikatakan anggota PKI tidak beragama. Buktinya kehidupan keluarga saya sangat religius. PKI memberikan kebebasan kepada para anggota untuk menjalankan ibadah sesuai dengan yang diyakini, termasuk memberikan kebebasan untuk tidak beragama sekalipun,” tuturnya.</p>
<p>Tertangkapnya beberapa jenderal yang disinyalir akibat dari perbuatan PKI telah memberikan dampak dahsyat dalam hidup Bedjo. Seketika hidupnya berubah 180 derajat! Ayahnya langsung ditangkap dan dipenjara di Pulau Buru. Sementara Bedjo yang pada saat itu masih tercatat sebagai siswa SPG (Sekolah Pendidikan Guru) kelas 3 terpaksa harus melarikan diri dari rumah dan bersembunyi di hutan-hutan selama lima tahun.</p>
<p>“Itu masa tersuram dalam hidup saya. semua yang ada kaitannya dengan PKI dibunuh, diculik, dan disiksa. Bahkan di Boyolali, tindakannya lebih sadis lagi, dipotong lehernya lalu kepalanya ditancepkan di bambu runcing, dan itu ditancapkan dipingggir jalan. Masa yang  bersimbah darah, rumah-rumah dikepung masa,” kenangnya pahit. Namun, akhirnya pada tahun 1970, ia pun tertangkap dan masuk penjara selama sembilan tahun.</p>
<p>Pada masa itu, ada yang dinamakan dengan operasi kalong. Dan sudah menjadi rahasia umum jika yang tertangkap di operasi kalong tentunya akan mendapatkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi, bahkan tidak sedikit yang hilang.</p>
<p>“Saya pernah tertangkap kalong. Di Kalong penuh  ratusan orang, ternyata banyak disana yang bahkan mereka bukan orang-orang PKI. Petani, anak muda pelajar seperti saya, dan lain-lain,” kenangnya. Ia satu tahun di Kalong, mengisi sebuah sel yang berkapasitas dua orang namun diisi oleh sepuluh orang. Lalu pindah ke Rutan Salemba yang penuh dengan ribuan tahanan politik.</p>
<p>Masa itu tak luput dari penderitaan. Makan hanya diberikan alakadarnya. “Ngga lebih dari lima sendok paling nasinya, terus nasi yang campur pasir. Jadi kalo mau dimakan itu harus diayak dulu untuk menghilangkan pasirnya,” kenang ayah dari Baja Suseno (26) dan Adi Wijaya (22) ini. Nasi alakadarnya itu hanya berlauk secuil tempe. “Paling ukuran tempenya Cuma sekuku,” senyumnya.</p>
<p>Dari Salemba ia pindah ke kamp konsentrasi kerja paksa di Tangerang. Ditempat yang disebut sebut sebagai tempat instalasi rehabilitasi ini ia mengalami kerja paksa.</p>
<p>“Makanan lebih menyedihkan lagi, kalo tidak ada lauk  bisa makan tikus, ular, bekicot, itu makanan yang paling istimewa,” ujar Bedjo.</p>
<p>Masa tahanan Bedjo akhirnya berakhir pada tahun 1979. Pada saat itu ia menuturkan bahwa ada tekanan dari dunia internasional terutama IMF dan IGGI untuk Indonesia agar melepaskan tahanan politik, jika ada tahanan politik mereka tidak akan mau bantu.</p>
<p>Namun, tentu saja hidup tidak dapat memberikan banyak peluang karena embel-embel eks tapol melekat dalam KTP-nya. Hingga akhirnya Bedjo pun dapat menafkahi hidupnya dengan mengajar privat bahasa Inggris dan music yang dipelajarinya secara otodidak di penjara.</p>
<p>Kini ia mengetuai Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan (YPKP) yang didirikan pada tahun 1999 lalu. Bedjo berharap, dengan kiprahnya di YPKP, peristiwa sebenarnya yang terjadi pada  tahun 1965 dapat tersaji pada masyarakat luas. (tr)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/itsmeitet.wordpress.com/169/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/itsmeitet.wordpress.com/169/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=169&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/08/21/pengakuan-mantan-anggota-pki-%e2%80%9cmasa-orde-baru-masa-tersuram-hidup-saya%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/08/pa-bedjo-pki.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Pa Bedjo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Seorang Perempuan</title>
		<link>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/08/20/164/</link>
		<comments>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/08/20/164/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 04:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>itsmeitet</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[aqua]]></category>
		<category><![CDATA[asep]]></category>
		<category><![CDATA[enung]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[kampung rambutan]]></category>
		<category><![CDATA[khianat]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>
		<category><![CDATA[terminal]]></category>
		<category><![CDATA[tragis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://itsmeitet.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan itu bernama Nunung Nurhayati, orang lebih mengenalnya dengan panggilan Ceu Enung. Mungkin Anda pernah melihatnya jika Anda sering bepergian melewati terminal Kampung Rambutan, karena ia sehari-hari berprofesi sebagai penjual kopi keliling di terminal antar kota tersebut. Usianya belum lagi genap 30 tahun. Namun, kerutan di wajahnya memerlihatkan sejumlah keriput lebih banyak dari yang semestinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=164&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan itu bernama Nunung Nurhayati, orang lebih mengenalnya dengan panggilan Ceu Enung. Mungkin Anda pernah melihatnya jika Anda sering bepergian melewati terminal Kampung Rambutan, karena ia sehari-hari berprofesi sebagai penjual kopi keliling di terminal antar kota tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Usianya belum lagi genap 30 tahun. Namun, kerutan di wajahnya memerlihatkan sejumlah keriput lebih banyak dari yang semestinya. Ia tinggal tak jauh dari terminal, menyewa sepetak kamar sempit untuk tempatnya melepas penat setelah seharian menjajakan dagangan. Tiga buah hati hasil perkawinannya dengan seorang pria Tasikmalaya ia titipkan di rumah orangtuanya di Kuningan.<span id="more-164"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Enung meninggalkan kota kecil kelahirannya di Kuningan pada saat usianya baru 14 tahun. Pada saat itu, Enung ikut serta dengan seorang kerabatnya yang sudah terlebih dahulu menetap di ibukota. Pertama kali sampai disana Enung ditawari bekerja sebagai penjaja aqua di terminal Kampung Rambutan.</p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_165" class="wp-caption alignleft" style="width: 178px"><a href="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/08/ceuuuuuenung.jpg"><img class="size-medium wp-image-165" src="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/08/ceuuuuuenung.jpg?w=168&#038;h=300" alt="ceu enung" width="168" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">ceu enung</p></div>
<p class="MsoNormal">“Saya jualan aqua sampai delapan tahun,” ujarnya agak terbata. Pada saat baru melahirkan anak pertamanya yang diberi nama Cicin, Enung mengalami kecelakaan di terminal Kampung Rambutan, ia tertabrak bus hingga terseret dan membuat dua gigi atas depannya tanggal serta membuat bicaranya agak sulit dicerna. Selain itu, Enung juga mengalami gangguan pendengaran sejak kecil sehingga jika berbicara dengannya harus lebih keras daripada berbicara dengan orang-orang berpendengaran normal.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Membiayai keluarga lalu dikhianati</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Enung menikah dengan Asep pada usia yang baru menginjak 18 tahun, seorang pria kelahiran Tasikmalaya yang saat itu berprofesi sebagai kondektur dan bertemu dengan Enung di terminal Kampung Rambutan. Setelah pernikahan dilangsungkan, Enung baru sadar jika suaminya ternyata telah memiliki istri. Mengeluh bukan lagi hal yang harus dilakukan oleh Enung, ia menerima kondisi itu dengan lapang dada. Bahkan ia menerima kondisi harus menjadi tulang punggung keluarga saat Asep menganggur.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Begitupula saat ia baru melahirkan Cicin. Dua bulan setelah bayinya lahir Enung sudah kembali berjualan di terminal karena Asep tak kunjung mendapat pekerjaan. Cicin ia titipkan pada tetangga dengan bayaran Rp. 15 ribu perminggu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Waktu itu saya selalu beliin susu formula buat Cicin. Cuma jatah susu Cicin seminggu kok selalu habis dalam satu hari,” tutur Enung, “Eh, rupanya anak tetangga yang masih bayi itupun ikut juga menyusu jatahnya Cicin,” kenangnya pahit. Alhasil, ia pun kerap mengeluarkan uang ekstra untuk kebutuhan sang buah hati.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Merasa kebutuhan hidup semakin sulit, Enung kemudian mendorong sang suami untuk berpenghasilan. Tabungan Enung yang tidak seberapa kemudian diikhlaskannya untuk membuat SIM B untuk Asep, agar sang suami bisa menjadi sopir. Perjuangan dan dorongan Enung terhadap Asep rupanya membuahkan hasil. Setelah memeroleh SIM B, Asep diterima sebagai sopir di sebuah perusahaan bus.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jika ada ungkapan air susu berbalas air tuba, maka itulah yang terjadi pada Enung. Setelah ia berusaha agar Asep beroleh status yang lebih baik, Asep menikamnya dari belakang. Pria ini kemudian menikah lagi dengan wanita lain saat ia sedang mengandung anak yang kedua. Bahkan Asep sampai saat ini belum pernah melihat seperti apa rupa putri kembarnya. Meski ia tidak jua menceraikan Enung. Asep ‘menggantung’ status perkawinannya hingga saat ini dengan Enung tanpa nafkah lahir batin.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong>Jadi buruh nyuci dan pemulung botol bekas</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Selain menjalani pekerjaan utamanya sebagai penjaja kopi, untuk mencukupi biaya anak-anaknya Enung juga menjual tenaganya sebagai buruh cuci dan pengumpul botol bekas sambil berjualan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Cicin sekarang kelas 3 SD umurnya delapan tahun, kalau adiknya, kembar Mela-Meli kelas 1 SD, umurnya enam tahun,” kenang Enung menerawang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bangun setiap hari pada pukul dua pagi adalah rutinitas Enung. Pada dini hari disaat semua orang sedang terlelap itu Enung mencuci pakaian langganannya. Lalu pukul setengah enam pagi ia akan memulai ‘jam kerja’nya menjajakan kopi di terminal sampai tengah hari.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Jam dua belas sampe jam tiga pulang dulu. Biasanya masak air panas sambil istirahat sebentar,” ujarnya. Pukul tiga sore ia akan kembali ke terminal hingga pukul sepuluh malam.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Untuk satu kilogram botol bekas yang berhasil ia kumpulkan Enung menjualnya seharga Rp. 6000, sementara mencuci plus menyetrika satu stel pakaian dihargainya Rp. 8000. Pekerjaan utama yang dilakoninya sebagai penjual kopi keliling kadang menghasilkan untung banyak namun tak jarang jua Enung hanya mampu menjual 2 gelas kopi sepanjang hari.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Satu gelas kopi harganya Rp. 2000,” tutur Enung yang mulai ‘berpindah’ dari penjual aqua ke penjaja kopi keliling pada tahun keempat pernikahannya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pekerjaan menjaja kopi juga sering dijadikan bulan-bulanan petugas kamtib. Enung tak luput dari kejaran para petugas ini, ia mengaku sedikitnya enam kali pernah tertangkap petugas kamtib.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">“Dibawa ke kantor terus termos kita diambil,” kisah Enung. Kadang-kadang para penjaja yang tertangkap di terminal juga dimintai sejumlah uang.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jika sedang beruntung sehari ia dapat memperoleh penghasilan Rp. 115.000 dari modal membeli kopi Rp. 65.000. Jumlah tersebut memang terhitung lumayan, akan tetapi Enung nyaris tak pernah memikirkan kebutuhannya sendiri. Seluruh pendapatannya ia kirimkan ke kampung untuk biaya sekolah Cicin, Mela dan Meli.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Seperti jawaban polosnya ketika saya bertanya soal penampilannya saat berjualan yang kadang mengenakan kerudung kadang hanya mengenakan topi, “Kerudungnya separo dikirim ke kampung buat Cicin. Cicin sekarang kalo sekolah pake kerudung terus. Ngga apa-apa saya ngga punya kerudung juga,” ujarnya melelehkan hati. (tr)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/itsmeitet.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/itsmeitet.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/itsmeitet.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/itsmeitet.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=itsmeitet.wordpress.com&amp;blog=2161512&amp;post=164&amp;subd=itsmeitet&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://itsmeitet.wordpress.com/2008/08/20/164/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/12b53616ac48546c5cba479254cc79bb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">itsmeitet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://itsmeitet.files.wordpress.com/2008/08/ceuuuuuenung.jpg?w=168" medium="image">
			<media:title type="html">ceu enung</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
